04 September 2017

Dukung Germas Kemenkes RI Bersama Komunitas Blogger Melalui Workshop Bahasa

Pemerintah dengan berbagai unit kerjanya memiliki tugas tiada putus merancang dan mewujudkan program. Program jangka pendek maupun jangka panjang yang berjalan dengan perencanaan demi mencapai tujuan negara mewujudkan kehidupan lebih baik bagi warga.

Kementerian sebagai salah satu lembaga pemerintah juga "ditantang" untuk terus memikirkan cara terbaik, efektif dan efisien, demi mencapai tujuan program secara berkelanjutan dan berkesinambungan.

Demi memperbaiki kualitas hidup masyarakat, hidup lebih sehat, juga mengajak masyarakat lebih banyak berupaya preventif daripada kuratif, Kementerian Kesehatan RI menginisiasi GERMAS atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Meski inisiasi Germas berawal dari Kemenkes RI, pelaksanaannya melibatkan lintas lembaga dan partisipasi pihak swasta, komunitas, masyarakat umum juga individual.

Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Untung Suseno Sutarjo MKes mengatakan Germas berjalan dengan koordinasi dan keterlibatan lembaga negara. Koordinator pusat Germas adalah Bappenas yang melibatkan lintas sektor untuk aktif menjalankan Germas.

Keterlibatan berbagai pihak inilah yang menjadi perhatian Kemenkes RI terlebih sejak 2015. Kemenkes RI membangun kepedulian publik dengan melibatkan komunitas lintas sektor termasuk kalangan pegiat dunia digital di antaranya blogger dan netizen.

Berbagai kegiatan promosi kesehatan yang melibatkan blogger dan netizen berjalan di berbagai daerah. Selain Jakarta, kegiatan yang disebut Temu Blogger Kesehatan sudah berlangsung di Pontianak, Surabaya, Bandung, dan yang baru saja berjalan adalah Lombok.

Dalam sambutannya, drg Oscar Primadi MPH, Kepala Biro Komunikasi Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI beberapa kali mengatakan pentingnya peran blogger dan netizen sebagai mitra strategis pemerintah menjalankan program Germas. Hadir bersama Sesjen Kemenkes, di “Temu Blogger Kesehatan 2017” NTB tepatnya di Kota Mataram, Lombok Barat, drg Oscar mengulangi pernyataan tersebut dengan menekankan bahwa blogger mampu menjangkau lebih luas melalui aktivitas media sosial dan tulisan di blog. Tak heran jika kemudian Kemenkes RI aktif melibatkan blogger untuk promosi kesehatan  Germas, selain tentunya selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di berbagai daerah.

Melalui unit kerja Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes RI menyebarluaskan Germas dengan menggabungkan kegiatan offline dan online dalam “Temu Blogger Kesehatan”. Blogger  dan netizen sebagai peserta utama kegiatan ini mendapatkan kesempatan bertemu dan berdialog dengan pemerintah membincangkan Germas sekaligus mengkritisi kondisi Germas di daerah masing-masing.

Bertemunya stakeholders kesehatan inilah yang menjadi salah satu cara Kemenkes RI meningkatkan performa pengimplementasian Germas. Harapannya adalah masyarakat semakin sadar menjalankan pola hidup sehat sesuai 3 fokus utama Germas pada 2017 yakni:

  1. Lebih banyak konsumsi buah dan sayur
  2. Olahraga rutin dan teratur
  3. Cek kesehatan berkala

Keterampilan blogger menggunakan media sosial dan blog untuk menyampaikan pesan Germas menjadi senjata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan Germas dan perlahan mengubah perilakunya. Proses perubahan perilaku ini setidaknya bisa dimulai dari blogger yang juga adalah warga/masyarakat umum.

Workshop Bahasa

Tak puas hanya menularkan Germas kepada blogger dan berkolaborasi dengan blogger dalam menyebarkan pesan Germas melalui aktivitas digital, Kemenkes RI juga memperkaya keterampilan blogger melalui workshop bahasa. Kemenkes RI meyakini blogger yang memiliki kemampuan berbahasa yang baik, efektif dan efisien, mampu lebih memaksimalkan penyampaian pesan melalui media sosial dan blognya.

Harapan untuk memperkuat penyampaian pesan inilah yang mendorong Kemenkes RI melengkapi Temu Blogger Kesehatan dengan Workshop Bahasa yang bertujuan membangun kapasitas blogger dalam menulis baik di media sosial maupun blog.  Kegiatan workshop telah menjadi bagian dari dua gelaran “Temu Blogger Kesehatan 2017”.

Workshop Bahasa perdana berlangsung saat “Temu Blogger Kesehatan 2017” dengan tajuk “Urang Bandung Dukung Germas” di Savoyy Homan Hotel Bandung, 21 April 2017. Sementara Workshop Bahasa kedua dilakukan pada “Temu Blogger Kesehatan 2017” NTB, di Aston Inn Mataram, Lombok Barat, 14 Juli 2017. Workshop bahasa ini menghadirkan sarjana Bahasa Universitas Indonesia, Anwari Natari, trainer/fasilitator yang berpengalaman sebagai trainer bahasa di berbagai media termasuk di Kompas Gramedia Group (Kompas Cetak dan Online).

Dengan tema “Mengulik Bahasa, Memaksimalkan Nilai Blog” workshop ini berlangsung selama 3-4 jam dimoderatori oleh Wardah Fajri, Associate Consultant/Social Media Strategist, Toska PR, yang berpengalaman menjadi jurnalis di Kompas.com dan pengelola komunitas Kompasiana, yang juga berprofesi sebagai blogger. Toska PR adalah konsultan komunikasi yang mendukung kegiatan workshop ini dalam rangkaian “Temu Blogger Kesehatan 2017”. 

Program training menjadi salah satu perhatian dan layanan komunikasi Toska PR yang memiliki jaringan pakar dan praktisi di berbagai bidang seperti bahasa, media sosial, public speaking, personality and personal branding, blogging, juga keilmuan serta keterampilan lainnya yang dibutuhkan kalangan profesional.

Toska PR meyakini setiap individu, apa pun profesinya, perlu memperkaya wawasan/pengetahuan/ keterampilan agar bisa meningkatkan kualitas diri dan bertumbuh menjadi pribadi berkompetensi tinggi. (WAF)

CONTACT US

For more information and inquires please contact us:

Jl. Margasatwa Raya No. 63 Komplek MA Pondok Labu, Jakarta, Indonesia 12450
 Contact Person: atiek@toska-pr.com